
Penampilan seorang atlet adalah hasil dari kecepatan, kekuatan, fleksibilitas, koordinasi, keterampilan dan kemampuan, karena nya jika pikiran seseorang atlet dikuasai pikiran yang menggangu seperti emosi negatif yang berlebihan maka akan mengganggu konsentrasi dan tidak akan maksimal dalam suatu pertandingan. Pada umumnya atlet akan mengalami gejala-gejala rasa cemas dan stress dalam pertandingan misalnya rasa cemas, rasa khawatir, ketegangan, kebinggungan, kurang atau hilangnya konsentrasi dan kepercayaan diri yang menurun dalam suatu perlombaan. Salah satu faktor yang menyebabkan sering timbulnya kegagalan dalam suatu pertandingan adalah kurangnya pembinaan mental dan mental atlet itu sendiri.
Menjelang pertandingan merupakan saat terberat bagi seorang atlet bulutangkis, karena harus siap menghadapi pertandingan apapun resikonya. Hal ini dapat mempengaruhi mental atlet dalam penampilannya karena dalam menghadapi pertandingan, atlet tidak mungkin menghindari dari pengaruh rasa cemas yang timbul pada dalam dirinya. Sampai pada batas-batas tertentu seorang atlet wajar mengalami kecemasan dalam menghadapi suatu pertandingan, karena kecemasan justru dapat meningkatkan kewaspadaan atllet dalam menghadapi lawan, penonton dalam hal lainnya yang dapat mengakibatkan kecemasan. Seorang atlet dalam bertindak menjadi lebih berhati-hati, dan bersikap waspada untuk mengantisipasi keadaan, akan tetapi apabila seorang pebulutangkis mengalami kecemasan secara berlebihan akan menimbulkan turunnya konsentrasi dan dapat menimbulkan gangguan perasaan yang kurang menyenangkan bagi atlet tersebut sehingga kondisi mental berada dalam keadaan tidak seimbang. Hal ini disebabkan karena fokus perhatian atlet terpecah-pecah pada saat bersamaan sehingga mengalami penurunan dalam penampilannya. Rasa cemas dapat terjadi pada atlet dalam pertandingannya misalnya, kecemasan timbul sebelum pertandingan berlangsung. Atlet sebelum bertanding akan selalu berada dibawah pengaruh kecemasan yang disebabkan oleh lawan, penonton, pengaruh lapangan, sarana prasarana dan sebagainya. Seringkali mereka sudah membayangkan kegagalan dan melebih-lebihkan kemampuan lawan meskipun pertandingan belum dimulai. Kadang-kadang pebulutangkis membayangkan nomor pertandingannya sebagai sesuatu yang sulit dilakukan dan tipis harapan untuk berhasil. Rasa cemas akan ketidakmampuan dirinya menghadapi pertandingan dapat menyebabkan hambatan, sehingga sulit untuk mengembangkan kemampuan yang dimilikinya.
Tulisan ini untuk memenuhi salah satu tugas Industri Olahraga. #Industriolahraga-Sportindustry @faidillah_kurniawan https://www.instagram.com/faidillah_kurniawan/
Tanks…tulisan ini sangat bermanfaat bagi yg sering melakukan aktivitas olah raga..ππ
LikeLike