Bagaimana Pengaturan Asupan Nutrisi Pada Atlet?

Seorang atlet yang mengkonsumsi makanan dengan gizi yang seimbang secara terencana akan berada pada status gizi yang baik dan mampu mempertahankan kondisi fisik yang sangat baik saat latihan maupun saat bertanding. Makanan yang memenuhi keseimbangan gizi memainkan peran penting bagi para atlet yang ingin tampil maksimal dalam pertandingan, sebaliknya makanan yang tidak memenuhi syarat dan gizi tidak seimbang mungkin tidak tampil maksimal. Semua upaya akan mencapai hasil yang lebih baik dengan didukung makan-makanan yang bergizi, terlebih pada atlet gizi makanan mempunyai kebutuhan yang lebih besar dari orang-orang biasa. lni harus diakui dan dipahami oleh para atlet, pelatih, dan keluarga dan lingkungan agar selalu menjaga kesehatan dengan gizi yang baik atau pengaturan makanan yang seimbang. Pengaturan makanan khusus harus dimasukkan ke dalam pelatihan, pertandingan dan pascapertandingan. Menurut Primana, DA (2002: 17-19) tujuan pengaturan makanan pada atlet adalah: memperbaiki dan mempertahankan status gizi agar tidak terjadi kurang gizi atau gizi lebih (kegemukan), membentuk otot dan mencapai tinggi badan optimal, memelihara kondisi tubuh dan menjaga kesegaran jasmani, membiasakan atlet mengatur diri sendiri untuk makan makanan yang seimbang. Pembagian pengaturan makan pada atlet adalah sebagai berikut.

  • Periode Pelatihan

 Prinsip utama pengaturan makanan pada periode ini adalah tersedianya energi yang cukup untuk berlatih dan untuk menghindari pencernaan masih bekerja pada waktu pelatihan sedang berlangsung. Selain memperhatikan kandungan zat gizi dari makanan, pengaturan makanan juga harus memperhatikan pola latihan yang diterapkan Selain sebagai sumber energi, bahan makanan yang dipilih harus juga mengandung berbagai macam vitamin dan mineral, sehingga kebutuhan zat gizi lainnya juga dapat terpenuhi. Seusai latihan, makanan yang dikonsumsi harus mengandung energi yang cukup, terutama makanan yang mengandung karbohidrat, mineral dan air untuk mengganti cadangan energi yang telah dipakai selama latihan. Atlet harus menjaga berat badan yang normal, hindari berat badan berlebih. Atlet juga harus diperkenalkan dengan berbagai macam hidangan yang disediakan.

  • Periode Pertandingan

Makanan untuk atlet diatur agar tidak mengganggu pencernaan sewaktu pertandingan. Selain itu, makanan yang dihidangkan harus mengandung gizi seimbang dan sudah dikenal oleh atlet (atlet sudah biasa mengkonsumsi makanan tersebut). Makanan yang dihidangkan tersebut harus mempunyai nilai yang baik sehingga semboyan eat to win. Psikologis terciptalah Pra Pertandingan:

  • Periode Pra Pertandingan

Kira-kira 3-4 jam sebelum pertandingan, atlet dapat mengkonsumsi makanan lengkap. Makanan sebaiknya mudah dicerna, rendah lemak, rendah serat, dan tidak menyebabkan masalah pada pencernaan atlet (tidak terlalu pedas, dan tidak mengandung bumbu-bumbu tajam serta tidak berlemak). Sedangkan makanan kecil/ minuman (biskuit, teh manis, jus buah, dll) bisa diberikan kira-kira 1-2 jam sebelum pertandingan.

  • Selama Pertandingan

Minum air sebanyak 1-1,5 gelas 1 jam sebelum pertandingan dan saat istirahat (waktu jeda) sangat dianjurkan. Minum air selama pertandingan juga harus dilakukan setiap ada kesempatan, jangan menunggu sampai timbul rasa haus. Air minum dapat ditambah 1 sendok teh gula dan 1/4 sendok teh garam dalam 1 gelas air.

  • Pasca Pertandingan

Segera setelah selesai pertandingan, atlet harus segera minum air ding in (suhu 10-15 Celcius) sebanyak satu gelas. Kemudian dapat dilanjutkan dengan sari buah/air + gula + garam. Kemudian dapat diberikan makanan padat yang mudah dicerna seperti biskuit atau bubur halus dalam porsi kecil.

  • Setelah Rasa Letih Berkurang

Lebih kurang 3-4 jam setelah  pertandingan, atlet dapat diberikan makanan biasa dengan gizi seimbang sesuai dengan kebutuhan.

  • Periode Pemulihan (Recovery)

Periode setelah pertandingan atau periode istirahat aktif, atlet dapat makan makanan biasa untuk mempertahankan dan meningkatkan kondisi fisik. Pada prinsipnya makanan pada periode recovery  sama dengan makanan pada periode pelatihan.

Olahraga aerobik (dengan oksigen) melibatkan kelompok-kelompok otot besar dan dilakukan dengan intensitas yang cukup rendah serta dalam waktu yang cukup lama, sehingga sumber-sumber bahan bakar dapa diubah menjadi ATP dengan menggunakan siklus asam sitrat sebagai jalur metabolisme predominan. Olahraga aerobik dapat dipertahankan dari 15 sampai dengan 20 menit hingga beberapa jam dalam sekali latihan. Aktivitas jangka pendek dan berintensitas tinggi, seperti angkat beban atau lari 100 meter, yang berlangsung dalam beberapa detik dan semata-mata mengandalkan energi yang tersimpan diotot dan pada glikolisis adalah terbentuk olahrga anaerobik (tanpa oksigen).

Untuk lebih lengkapnya mengenai pengaturan gizi pada atlet dapat dibaca melalui buku “Pedoman Gizi Lengkap Keluarga & Olahragawan Edisi Revisi” karya Prof. Dr. Djoko Pekik Irianto, M.Kes., AIFO. Apabila anda tertarik dengan buku tersebut anda dapat melakukan pemesanan buku melalui saya dengan menghubungi kontak ini 081556408801 (a.n devy).

Tulisan ini untuk memenuhi salah satu tugas Industri Olahraga. #Industriolahraga-Sportindustry @faidillah_kurniawan https://www.instagram.com/faidillah_kurniawan/

2 thoughts on “Bagaimana Pengaturan Asupan Nutrisi Pada Atlet?”

Leave a comment